Menu Close

Sarasehan FPPTI Banten Hasilkan Komitmen Kolaborasi melalui Penandatanganan MoU dan MoA Antaranggota

Kota Serang, 2 Juli 2026. Perpustakaan perguruan tinggi kini dituntut tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan koleksi buku, melainkan bertransformasi menjadi pusat pengetahuan, inovasi, dan penguatan literasi informasi.

Semangat tersebut mengemuka dalam Sarasehan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Provinsi Banten yang digelar di Universitas Primagraha (UPG). Kegiatan yang dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) antaranggota FPPTI Banten itu menjadi momentum memperkuat jejaring kolaborasi antarperpustakaan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan transformasi layanan informasi di era digital.

Perpustakaan Perguruan Tinggi Hadapi Tantangan Transformasi Digital

Mengusung tema “Memperkuat Jejaring Kolaborasi untuk Mewujudkan Perpustakaan Perguruan Tinggi yang Inovatif dan Berkelanjutan”, kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai III Gedung B Universitas Primagraha tersebut dihadiri pengurus FPPTI Banten, kepala perpustakaan perguruan tinggi, pustakawan, serta perwakilan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Provinsi Banten.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan Rektor Universitas Primagraha yang diwakili Wakil Rektor I Bidang Akademik, Wahid Sumarjo, dilanjutkan sambutan Ketua FPPTI Banten, penyerahan plakat, penandatanganan MoU dan MoA, sarasehan, hingga pemaparan layanan perpustakaan digital.

Universitas Primagraha Dorong Inovasi dan Kolaborasi Antarperpustakaan

Dalam sambutannya, Wahid Sumarjo mengapresiasi kepercayaan yang diberikan FPPTI Banten kepada Universitas Primagraha sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menuntut perpustakaan perguruan tinggi terus beradaptasi melalui inovasi layanan, penguatan literasi digital, serta kolaborasi antarlembaga agar mampu menjawab kebutuhan sivitas akademika yang semakin dinamis.

FPPTI Banten: MoU dan MoA Wujud Komitmen Bersama

Ketua FPPTI Banten, Orisa Mahardini, menegaskan bahwa perpustakaan perguruan tinggi perlu bertransformasi secara berkelanjutan seiring perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, kolaborasi antarlembaga merupakan fondasi strategis dalam pengembangan layanan perpustakaan, peningkatan kompetensi pustakawan, serta penguatan kontribusi perpustakaan terhadap mutu pendidikan tinggi di Provinsi Banten.

Kepala Perpustakaan Universitas Multimedia Nusantara tersebut juga menambahkan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) merupakan wujud komitmen bersama untuk mengimplementasikan program-program kolaboratif yang berkelanjutan. Melalui sarasehan ini, diharapkan tercipta ruang berbagi pengetahuan dan perumusan langkah-langkah strategis guna meningkatkan kualitas layanan perpustakaan perguruan tinggi.

Kolaborasi Menjadi Kunci Penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Kepala Unit Perpustakaan Universitas Primagraha, Irham Azhar Yahya, menyampaikan bahwa penyelenggaraan sarasehan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring kerja sama antarperpustakaan perguruan tinggi di Provinsi Banten. Menurutnya, pengembangan perpustakaan modern memerlukan kolaborasi yang berkelanjutan guna memperluas akses informasi, meningkatkan kompetensi pustakawan, serta mendorong inovasi layanan berbasis teknologi.

Ia berharap implementasi Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) dapat diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika dan masyarakat. Selain itu, ia menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penyediaan informasi yang berkualitas, penguatan budaya literasi, serta dukungan terhadap kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (Penulis: Humas UPG & Humas FPPTI Banten)