Menu Close

MUSYAWARAH WILAYAH (MUSWIL) II FPPTI WILAYAH NUSA TENGGARA TIMUR DORONG PENGUATAN JEJARING PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI BERBASIS TEKNOLOGI

Ende, 19 Juni 2026 – Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Nusa Tenggara Timur sukses menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) II di Universitas Flores, Ende, Jumat (19/6). Kegiatan yang mengusung tema “Berjejaring Menuju Optimalisasi Peran Perpustakaan Perguruan Tinggi di NTT yang Berdaya Saing sebagai Pusat Sumber Belajar dan Riset Berbasis Teknologi” ini dihadiri 37 peserta dari 16 perpustakaan perguruan tinggi negeri dan swasta di NTT.

Muswil II menjadi momentum penting bagi pengelola perpustakaan perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi, berbagi praktik baik, serta merumuskan program kerja dalam menghadapi tantangan transformasi digital.

Perpustakaan Harus Berjejaring

Dalam sambutannya, Ketua Umum FPPTI, Mariyah, S.Sos., M.Hum., menegaskan bahwa perpustakaan perguruan tinggi tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan buku. Sesuai Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi Nomor 5 Tahun 2024, perpustakaan kini berperan sebagai pusat sumber belajar, pusat riset, dan pusat diseminasi ilmu pengetahuan. Menurutnya, penguatan jejaring menjadi kunci agar perpustakaan mampu menjalankan peran tersebut secara optimal.

Tiga Agenda Strategis untuk NTT

Mariyah juga menyampaikan tiga agenda strategis bagi pengurus baru FPPTI Wilayah NTT, yaitu memperkuat konsorsium perpustakaan melalui kerja sama pengadaan basis data dan sistem akses terpadu, membangun repositori bersama melalui pengembangan NTT Research Hub, serta meningkatkan kapasitas pustakawan digital melalui pelatihan kecerdasan buatan dan literasi data.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses informasi, memperluas visibilitas hasil riset perguruan tinggi di NTT, serta memperkuat kompetensi sumber daya manusia perpustakaan.

Dukungan Universitas Flores

Rektor Universitas Flores, Dr. Willybrordus Lanamana, S.E., M.M.A., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Flores sebagai tuan rumah. Ia menilai forum ini menjadi sarana penting untuk memperkuat sinergi antarperpustakaan perguruan tinggi dalam menghadirkan layanan informasi yang lebih efektif, inklusif, dan berbasis teknologi.

Bahas Transformasi Digital dan Pengembangan SDM

Selain agenda organisasi, Muswil II juga membahas berbagai isu strategis, seperti transformasi digital, pengembangan repositori institusi, peningkatan kompetensi pustakawan, literasi informasi, dan pemanfaatan teknologi dalam layanan perpustakaan.

Ketua FPPTI Wilayah NTT Periode 2023–2026, Prof. Dr. Ir. Markus M. Kleden, MP, mengajak seluruh perpustakaan perguruan tinggi di NTT untuk terus memperkuat kolaborasi guna mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan riset berbasis teknologi yang inovatif dan berdaya saing.

Hasilkan Rekomendasi Strategis

Puncak kegiatan ditandai dengan sidang organisasi yang membahas laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, penyusunan program kerja, serta pemilihan kepengurusan baru FPPTI Wilayah NTT. Melalui musyawarah yang berlangsung demokratis, peserta menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk pengembangan perpustakaan perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur.

Melalui Muswil II ini, FPPTI NTT berharap semakin memperkuat jejaring, meningkatkan kapasitas kelembagaan, dan mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan perpustakaan demi terwujudnya perpustakaan perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. (Penulis: Iskandar Bajang_Humas FPPTI Pusat)