
Bali, 11 Juni 2026 – Sebanyak 118 peserta dari 10 negara berkumpul di The Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa dalam ajang SEA Libraries of the Future Summit 2026 yang mengusung tema “Gotong Royong: Strengthening Academic Libraries Through Collaboration.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh Elsevier bekerja sama dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) dan Universitas Udayana.
Peserta hadir dari berbagai negara, yaitu Australia, Cambodia, India, Indonesia, Japan, Malaysia, Pakistan, Philippines, Singapore, dan Thailand. Delegasi Indonesia sendiri berasal dari berbagai wilayah yang mewakili lima pulau besar Indonesia, menunjukkan kuatnya partisipasi dan komitmen komunitas perpustakaan akademik nasional dalam membangun jejaring regional.

Dalam sambutannya, Ketua Umum FPPTI, Mariyah, S.Sos., M.Hum., menegaskan bahwa tema Gotong Royong dipilih karena mencerminkan nilai fundamental yang relevan bagi pengembangan perpustakaan akademik di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan bersama, mulai dari keterbatasan sumber daya, transformasi digital, hingga perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan disinformasi.
Mariyah menjelaskan bahwa semangat gotong royong dalam konteks perpustakaan akademik diwujudkan melalui tiga aspek utama, yaitu berbagi sumber daya, berbagi pengetahuan, dan membangun masa depan bersama. Melalui konsorsium akses jurnal elektronik, repositori bersama, pelatihan pustakawan, hingga pertukaran praktik baik antarperpustakaan, institusi pendidikan tinggi dapat memperkuat perannya dalam mendukung pembelajaran, penelitian, dan inovasi.

FPPTI sendiri merupakan organisasi independen yang berdiri sejak tahun 2000 dan saat ini memiliki 29 wilayah dengan sekitar 1.500 perguruan tinggi anggota di Indonesia. Organisasi ini berkomitmen menjadi wadah kolaborasi perpustakaan akademik yang berkarakter, unggul, dan bereputasi di tingkat nasional maupun internasional.
Acara regional ini mempertemukan pimpinan perpustakaan dan universitas di Asia Tenggara untuk membahas masa depan perpustakaan khutusnya strategi kolaborasi institusi, dan penguatan riset. Berbagai pembicara dari berbagai institusi ternama di Asia Tenggara dan internasional untuk acara ini:
- Anders Karlsson: Vice President, Global Strategic Networks, Asia Pacific, Elsevier
- Carmel O’Sullivan: University Librarian and Director (Library Services), University of Southern Queensland, Australia
- Ts. Dr. Aida Binti Mustapha: Deputy Vice-Chancellor (Research & Innovation), Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA), Malaysia
- Mahfud Sholihin, Ph.D., Ak., CA., CPA: Vice Chair III for Council for Higher Education, Research and Development, Central Board of Muhammadiyah, Indonesia
- Dr. Mohd Shahir Shamsir RTTP: Faculty of Science, Universiti Teknologi Malaysia
- Dr Ng Tao Tao, Magdeline: Vice University Librarian and Cluster Head of Digital Strategy & Innovation, National University of Singapore
- Fierenziana Getruida Junus, S.S., M.Hum: Head of Quality Assurance and Reputation Enhancement, Faculty of Cultural Sciences, Hasanuddin University, Indonesia
- Rajesh Singh: University Librarian, University of Delhi, India
- Rosalyn Santos Diño: Deputy University Librarian for Special Collections, Ateneo de Manila University, Philippines

Summit tahun ini menghadirkan sejumlah pemimpin perguruan tinggi, pustakawan senior, dan pakar informasi dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Australia, Singapura, India, dan Filipina. Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan mendiskusikan berbagai isu strategis, seperti transformasi perpustakaan berbasis AI, inovasi layanan, penguatan literasi informasi, serta pengembangan kolaborasi lintas negara.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring perpustakaan akademik di Asia Tenggara sekaligus menegaskan bahwa tantangan masa depan akan lebih mudah dihadapi melalui semangat gotong royong dan kerja sama yang berkelanjutan.

