Menu Close

Jejaring Internasional FPPTI melalui Southeast Asia Libraries of the Future Summit 2025

Bangkok 25/6/2025. Kegiatan Southeast Asia (SEA) Libraries of the Future Summit 2025 merupakan kegiatan tahunan ke-3, yang diselenggarakan oleh Elsevier. FPPTI sebagai bagian dari Organisasi Perpustakaan Perguruan Tinggi di Asia, secara khusus mendapatkan undangan untuk berpartisipasi aktif dalam acara tersebut. Penyelenggaraan SEA of the Future Summit pertama diselenggarakan di Surabaya, Indonesia, kedua di Penang, Malaysia, dan ketiga di Bangkok, Thailand, tepatnya di Renaissance Bangkok Ratchaprasong Hotel, 25 Juni 2025.

Agenda rutin Elsevier yang merupakan perusahaan penerbitan akademik yang terkenal ini, diikuti oleh 150 partisipan dari berbagai negara di Asia seperti, Malaysia, Philipina, Taiwan, Thailand dan Indonesia. Ini merupakan kesempatan bagi FPPTI untuk mempromosikan FPPTI sebagai salah satu Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi terbesar di Indonesia. Pada kesempatan ini, delegasi dari Indonesia, yaitu: Ketua Umum FPPTI, Ibu Mariyah, M.Hum, Wakil Ketua II FPPTI, Dr. Purwani Istiana, M.A.,  Ketua FPPTI Wilayah Kepulauan Riau Bapak Dhani Akbar, M.A. dan Ibu Dr. Fierenziana Getruida Junus, S.S., M.Hum. Kepala Perpustakaan Universitas Hasanudin hadir di agenda ini. Pada kesempatan itu, FPPTI memiliki peluang memperkenalkan dan mempromosikan kegiatan terdekat FPPTI, yakni Konferensi Internasional Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia yang ke-4, tahun 2025 kepada pustakawan, mitra, dan peserta Southeast Asia Libraries of the Future Summit 2025.

Sambutan pembuka oleh Omar Malik (Regional Director, Elsevier Southeast Asia) dan Assoc. Prof. Dr. Prama Sastraruji, Director, Uninet, dilanjutkan dengan paparan  narasumber kunci yang menarik sehingga menambah wawasan dan pemahaman para peserta. Anders Karlsson (Vice President of Global Strategic Networks, Elsevier) dengan tema materi: Bagaimana AI memengaruhi penelitian dan penerbitan ilmiah. Narasumber berikutnya  memaparkan tema: Academic Library: Limited Space for Unlimited Need oleh Prof. Sarawoot Watechagit, PhD, Director Mahidol University Library and Knowledge Center, Mahidol University. Materi kedua dan ketiga dengan tema Fostering Global Competenceies: Advancing dual Degree Programmes Through Strategic Transnational Collaboration in Asia dan “How Academic Libraries Inspire Research Development and Excellence”. Materi tersebut berturut turut disampaikan oleh Prof. Ir. Ts. Dr. Ahmad Ziad Sulaiman, Deputy Vice Chancellor, University Malaysia Pahang Al Sultan Abdullah, Malaysia dan Dr. Natalie Pang, University Librarian & Head Communivations and New Media, dari NUS. Dalam paparannya Mrs. Natalie menyampaikan perpustakaan sebagai bagian penting dalam ekosistem riset untuk penelitian berkualitas.

Narasumber lain yang tak kalah menariknya adalah Mrs. Lee Cheng Ean, Advisor and Head of Global Relations, National University of Singapore Libraries yang berbagi informasi tentang  Cultiving a shared library community: insights from NUS ‘TULIP, Liao Wen Hung dari National Chengchi University, Taiwan dan Elvira Lapuz, University Librarian dari University of the  Philippines. Mrs Ean memberikan informasi terkait penyelenggaraan TULIP tahun 2026, yang memberikan kesempatan bagi pustakawan untuk mengikuti agenda ini. Diharapkan pustakawan perguruan tinggi di Indonesia juga dapat berkontribusi dan terlibat dalam agenda TULIP 2026. Program ini bertujuan menumbuhkan kebersamaan Perpustakaan melalui program TULLIP. Yang intinya  merupakan program dari pustakawan untuk pustakawan.  Bermitra dengan beberapa penerbit, seperti Elsevier, Wiley, IEEE, Gale. dan lain lain. Sementara paparan Mrs. Elvira Lapuz menarik disimak dimana beliau memaparkan tentang dukungan Perpustakaan dalam beberapa poin SDGs, antara lain SDGs 16, 3, 4, dan 5 dan 16.

Pada agenda ini terdapat sesi panel yang juga memberikan wawasan bagi peserta tentang “Librarians as Champions of Academic Excellence : AI, Skills and Institutional Impact. Bagaimana AI dari sudut pandang pustakawan dari berbagai negara, baik dari sisi kemampuan pustakawan dalam penggunaan AI dan dampaknya bagi lembaga. Seluruh paparan para narasumber dan juga sesi diskusi panel, memberikan pengetahuan dan wawasan yang bermanfaat bagi seluruh peserta, sebagai bahan refleksi dan implementasi , bagaimana AI memengaruhi pertumbuhan, layanan dan pustakawan di perpustakaan perguruan tinggi. Di penghujung acara penutupan, Mr. Omar Malik menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa kegiatan Southeast Asia Libraries of the Future Summit 2026 akan diselenggarakan di Indonesia. Setelah penutupan selesai, Mr. Omar Malik kemudian berdiskusi dengan Ketua Umum FPPTI, yang intinya mengajak kerja sama dan FPPTI dimohon berkenan menjadi host dalam penyelenggaraan SEA of the Future Summit 2026, seperti pada saat penyelenggaraan SEA di Surabaya pada 2023. Semoga akan semakin banyak pustakawan Indonesia anggota FPPTI  yang terlibat dalam kegiatan ini.

Kegiatan seminar selesai pada pukul 17:00, peserta kemudian mengikuti sesi best learning ke Perpustakaan Fakultas Kedokteran Mahidol University. Sejumlah peserta hadir dalam sesi best learning dan mendapat sambutan hangat oleh Mrs. Bongkoch pustakawan Fakultas Kedokteran Mahidol University. (Purwani Istiana & Mariyah)