
Banten, 29-30 Januari 2026 – Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Banten sukses menyelenggarakan Seminar & Musyawarah Wilayah (Muswil) III FPPTI Banten 2026 dengan mengusung tema “Smart Leadership For Library Accreditation: Strategi Manajerial Kepala Perpustakaan Menuju Akreditasi Perpustakaan Unggul.” Bertempat di Gedung E, Universitas La Tansa Mashiro (UNILAM), Rangkasbitung, lebak-Banten, Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala perpustakaan perguruan tinggi di era transformasi digital dan tuntutan mutu layanan yang semakin kompetitif.
Acara yang dihadiri oleh para kepala perpustakaan, pustakawan, akademisi, serta pemangku kepentingan perguruan tinggi se-Provinsi Banten ini menitikberatkan pada strategi manajerial yang efektif dalam menghadapi proses akreditasi perpustakaan. Dalam sambutannya, Ketua FPPTI Wilayah Banten, Orisa Mahardhini, S.Sos.,M.Hum menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi organisasi, menyusun program kerja yang relevan, serta memperkuat sinergi antaranggota FPPTI di wilayah Banten.
Dalam sambutannya, Ketua Umum FPPTI, Mariyah, S.Sos.,M.Hum yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa Provinsi Banten memiliki 127 Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta, tetapi baru 16 Perguruan Tinggi yang terakreditasi, oleh karena itu, Mariyah berharap Melalui seminar ini para peserta memperoleh wawasan strategis, best practices, serta inspirasi manajerial yang dapat diimplementasikan secara nyata di masing-masing institusi.

Melengkapi sambutan dari Ketua FPPTI Wilayah Banten dan Ketua umum FPPTI, Rektor Universitas La Tansa Mashiro, Dr, H.Soleh, M.M., menyampikan ucapan terima kasih kepad FPPTI karena sudah memilih Kampus UNILAM menjadi tuan rumah kegiatan yang sangat bermanfaat ini, semoga kedepannya setelah kegiatan ini, Perpustakaan UNILAM bisa mengikuti akreditasi perpustakaan.
Seminar Smart Leadership For Library Accreditation
Seminar yang mengusung tema Strategi Manajerial Kepala Perpustakaan ini menghadirkan narasumber nasional, Agus Rifa’i, Ph.D, yang dikenal sebagai akademisi dan pakar di bidang manajemen perpustakaan serta akreditasi.
Dalam pemaparannya, Agus Rifa’i, Ph.D menegaskan bahwa kepemimpinan kepala perpustakaan menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan akreditasi. Menurutnya, akreditasi bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif, melainkan proses strategis yang mencerminkan kualitas tata kelola, budaya mutu, serta keberlanjutan inovasi layanan.


Seminar yang di moderator oleh Iskandar S.I.P.,M.Hum, Kepala Perpustakaan Universitas Buddhi Dharma tesebut menghadirkan Sesi diskusi yang sangat interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, terutama terkait tantangan dalam menyelaraskan kebijakan institusi dengan standar akreditasi nasional. Agus Rifa’i juga membagikan praktik baik (best practices) dari sejumlah perpustakaan perguruan tinggi yang telah berhasil meraih predikat unggul.
Musyawarah Wilayah Ke III FPPTI Banten
Selain seminar, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelaksanaan Musyawarah Wilayah III FPPTI Banten yang membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya serta pemilihan kepengurusan baru. Musyawarah berlangsung secara demokratis dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen bersama untuk memajukan perpustakaan perguruan tinggi di Banten.
Dalam forum tersebut, peserta musyawarah secara aktif memberikan pandangan, masukan, dan evaluasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan. Diskusi berlangsung dinamis dan konstruktif, mencerminkan komitmen bersama untuk meningkatkan peran FPPTI Banten dalam pengembangan perpustakaan perguruan tinggi yang unggul dan adaptif terhadap transformasi digital.

Agenda utama Muswil adalah pemilihan Ketua FPPTI Wilayah Banten periode 2026–2029. Proses pemilihan dilaksanakan secara demokratis dan transparan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi. Setelah melalui tahapan penjaringan dan pemungutan suara, forum secara resmi menetapkan Orisa Mahardhini, S.Sos.,M.Hum sebagai ketua terpilih untuk memimpin kepengurusan selama tiga tahun ke depan serta melanjutkan kepemimpinan periode sebelumnya.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UNILAM dan FPPTI Banten
Universitas La Tansa Mashiro (UNILAM) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Banten melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan dalam suasana penuh semangat kolaborasi dan komitmen peningkatan mutu perpustakaan perguruan tinggi.
Penandatanganan dilakukan oleh pimpinan Universitas La Tansa Mashiro (UNILAM) yang diwakili oleh Wakil Rektor I, Dr.H.Dini Arifian, M.M bersama Ketua FPPTI Wilayah Banten, Orisa Mahardhini, S.Sos.,M.Hum disaksikan oleh jajaran pimpinan seperti Rektor Universitas La Tansa Mashiro, Dr, H.Soleh, M.M., Wakil Rektor II, Dr. Hj.Zakiyya Tunnufus, M.M, kepala perpustakaan, Iir Nirmalaningsih, S.IP serta pengurus FPPTI Banten. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dan organisasi profesi dalam pengembangan perpustakaan berbasis mutu dan inovasi.

Selain Penandatanganan PKS antara UNILAM dan FPPTI Banten, juga dilakukan Penandatanganan PKS antara UNILAM dan Universitas Primagraha dan STIkes Salsabila Serang.
Ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan sumber daya manusia pustakawan, penyelenggaraan seminar dan pelatihan, pendampingan akreditasi perpustakaan, pertukaran informasi dan praktik baik (best practices), serta kolaborasi dalam kegiatan ilmiah dan penelitian di bidang kepustakawanan.
Literasi Budaya Rangkasbitung Heritage – Baduy Luar
Setelah Acara seminar dan Muswil ke III FPPTI selesai dilaksankan. Selanjutnya peserta mengikuti kegiatan Literasi Budaya dengan konsep Rangkasbitung Heritage. Agenda pertama adalah kunjungan ke Museum Multatuli, yang menyajikan sejarah kolonial dan kisah perjuangan melalui narasi karya Max Havelaar. Peserta mendapatkan pemaparan mengenai pentingnya literasi sejarah dalam membangun kesadaran kritis masyarakat.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi Perpustakaan Saidja Adinda sebagai pusat literasi masyarakat yang menjadi simbol penguatan budaya baca di daerah. Dalam sesi diskusi, peserta berbagi praktik baik pengelolaan perpustakaan berbasis komunitas serta strategi meningkatkan minat baca generasi muda.

Kegiatan berlanjut dengan Workshop Batik Lebak yang menghadirkan pengrajin lokal untuk memperkenalkan filosofi dan teknik pembuatan batik khas Lebak. Peserta tidak hanya mendapatkan wawasan tentang makna motif batik sebagai identitas budaya, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan langsung proses membatik sebagai bentuk literasi kreatif.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, FPPTI Banten mengunjungi kawasan Desa Baduy Luar untuk belajar langsung mengenai kearifan lokal masyarakat adat Baduy. Peserta diajak memahami nilai-nilai kesederhanaan, harmoni dengan alam, serta tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari literasi budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan Literasi Budaya Rangkasbitung Heritage, FPPTI Banten berharap para pustakawan dapat mengembangkan program literasi berbasis budaya lokal di institusi masing-masing, sehingga perpustakaan semakin relevan dan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan sekaligus berakar pada nilai-nilai kearifan lokal. (Penulis : Iskandar Bajang_Humas FPPTI Pusat)