Surabaya, 22 September 2026. Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) bekerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) kembali menghadirkan Leaders Talk 6 Webinar sebagai ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) di lingkungan perpustakaan perguruan tinggi.
Mengusung tema “Praktik Terbaik Pemanfaatan AI untuk Kompetensi Pribadi dan Pengembangan Layanan Perpustakaan,” kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 22 September 2026 ini membahas bagaimana perkembangan AI dapat dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan kompetensi pustakawan sekaligus mendukung pengembangan layanan perpustakaan yang relevan dengan kebutuhan sivitas akademika.

Kegiatan diawali dengan Opening Speech dari Ketua Umum FPPTI, Mariyah, S.Sos., M.Hum, yang menegaskan bahwa walaupun AI Hadir membantu pekerjaan perpustakaan lebih cerdas dan cepat, tetapi kuncinya tetap pada Manusia itu sendiri yaitu pustakawan yang berkompeten. Sementara itu Wakil Rektor I Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Prof. Dr.Eng. Ir. Ahmad Rusdiansyah, M.Eng., CSCP, CLTD, IPU, menyoroti Perpustakaan tidak lagi semata-mata dipandang sebagai institusi yang berorientasi pada penyediaan dan pengelolaan koleksi, tetapi perlu dikembangkan menjadi knowledge sharing center yang mampu memfasilitasi penciptaan, pertukaran, dan pemanfaatan pengetahuan.
Dalam pembukaannya, Leaders Talk 6 menjadi salah satu ruang strategis bagi FPPTI dan perguruan tinggi untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia perpustakaan dalam menghadapi perubahan teknologi. Perkembangan AI dinilai tidak hanya menghadirkan peluang efisiensi, tetapi juga menuntut pustakawan memiliki kemampuan literasi informasi, pemahaman etika, serta kecakapan dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Dua Perspektif dalam Pemanfaatan AI di Perpustakaan
Leaders Talk 6 menghadirkan dua narasumber yang membagikan pengalaman dan praktik terbaik dari perspektif yang saling melengkapi.
Narasumber pertama, Orisa Mahardhini, S.Sos., M.Hum., Ketua FPPTI Wilayah Banten, membawakan materi berjudul “AI untuk Meningkatkan Pengalaman Belajar: Best Practice Pemanfaatan AI dalam Perspektif Etika dan Literasi Informasi.”
Materi ini membahas pemanfaatan AI dalam mendukung pengalaman belajar sekaligus menyoroti pentingnya aspek etika dan literasi informasi. Penggunaan AI dalam proses pembelajaran perlu disertai kemampuan untuk memahami, mengevaluasi, memverifikasi, dan menggunakan informasi secara kritis.

Sementara itu, narasumber kedua, Dwi Cahyo Prasetyo, S.IP., M.A., Ketua FPPTI Wilayah Kalimantan Barat, menyampaikan materi berjudul “Membangun Ekosistem Perpustakaan yang Manusiawi di Era Kecerdasan Buatan.”
Materi tersebut mengangkat pentingnya menempatkan manusia sebagai bagian utama dalam transformasi perpustakaan di tengah perkembangan teknologi AI. Kehadiran AI tidak semata-mata dipandang sebagai instrumen untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga perlu diintegrasikan dengan nilai-nilai kemanusiaan, kebutuhan pengguna, serta peran profesional pustakawan.
Perspektif tersebut menjadi semakin penting bagi perpustakaan perguruan tinggi karena pustakawan memiliki peran dalam membantu sivitas akademika menemukan, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara tepat.
Diskusi Interaktif dan Berbagi Praktik Baik
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan dipandu oleh moderator Yeni Fitria Nurahman, S.IIP., M.SIP., Wakil Bendahara FPPTI Wilayah Jawa Timur. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan berbagai tantangan dan peluang pemanfaatan AI di lingkungan perpustakaan perguruan tinggi.

Melalui Leaders Talk 6, FPPTI terus mendorong terciptanya ruang pembelajaran dan kolaborasi bagi pustakawan perguruan tinggi di Indonesia. Perkembangan AI menjadi momentum bagi perpustakaan untuk terus beradaptasi sekaligus memperkuat kompetensi profesional sumber daya manusianya.
Transformasi perpustakaan di era AI pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa canggih teknologi yang digunakan, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas layanan, meningkatkan pengalaman belajar, memperluas akses informasi, dan tetap menempatkan manusia sebagai pusat dari ekosistem perpustakaan.
Kegiatan Leaders Talk 6 diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan FPPTI dan perguruan tinggi dalam membangun perpustakaan yang adaptif terhadap teknologi, kuat dalam literasi informasi, menjunjung etika, serta tetap humanis dalam memberikan layanan kepada pemustaka. (Penulis : Iskandar Bajang)