Jakarta, 24 Juni 2025 — Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) kembali menggelar sosialisasi keanggotaan Sistem Informasi Keanggotaan (SISKA) FPPTI untuk tahun 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi, memperbarui data keanggotaan, serta memperkenalkan berbagai fitur dan manfaat baru yang disediakan oleh SISKA sebagai bagian dari upaya transformasi digital organisasi.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan selama 5 sesi secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh perwakilan FPPTI wilayah, kepala perpustakaan perguruan tinggi, serta pustakawan dari berbagai institusi di seluruh Indonesia.

Sesi pertama Roadshow sosialisasi SISKA dilaksanakan pada hari Senin, 28 April 2024 yang diikuti oleh FPPTI Wilayah Riau, Bengkulu, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Sesi kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 30 April 2024 yang diikuti oleh FPPTI Wilayah Lampung, Jambi, Banten dan DKI Jakarta. Kemudian di sesi ke tiga, dilaksanakan pada hari Selasa, 6 Mei 2025 yang diikuti oleh FPPTI Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan FPPTI Wilayah Bali. Selanjutnya FPPTI Wilayah Nusa Tenggara Timur, Papua dan Papua Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat antusias mengikuti roadshow SISKA di sesi ke empat yang dilaksanakan pada hari Kamis, 15 Mei 2025. Di sesi terakhir, Selasa, 20 Mei 2025 atau sesi penutup dari seluruh rangkaian sosialisasi SISKA, FPPTI Wilayah Sulawesi Tenggara, Aceh, Gorontalo, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan FPPTI Wilayah Maluku kompak mengikuti dan mendengarkan pemaparan yang disampaiakan oleh Narasumber.

Dalam sambutannya, Ketua Umum FPPTI, Mariyah, S.Sos., M.Hum, menyampaikan jumlah anggota FPPTI yang terdaftar di Sistem SISKA yaitu 1.364, mengalami kenaikan daripada tahun sebelumnya yaitu hanya 1.269 perguruan tinggi. Mantan Kepala Perpustakaan Universitas Indonesia menambahkan, “namun di tahun 2025 ini ada penuruan jumlah anggota aktif, dimana pada tahun 2024 ada 662 perguruan tinggi yang aktif tetapi tahun ini menurun menjadi 428 Perguruan tinggi yang aktif. Oleh karena itu, kami mengharapkan kepada ketua FPPTI Wilayah beserta pengurus agar terus melakukan sosialisasi kepada perguruan tinggi di wilayah masing-masing agar mengaktifkan kembali keanggotaannya melalui SISKA FPPTI.
Ketua Umum FPPTI sekaligus mantan Kepala Perpustakaan Universitas Indonesia tersebut berharap, semoga setelah kegiatan sosialisasi ini akan semakin banyak lagi kampus-kampus baru yang melakukan registrasi ulang ke anggotaan FPPTI serta bagi kampus yang belum bergabung menjadi anggota FPPTI bisa bergabung menjadi anggota FPPTI. Menurut beliau dalam sambutannya, banyak sekali manfaat yang diperoleh jika menjadi anggota SISKA FPPTI antara lain, pengembangan kerjasama dan antar perpustakaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta menjadi media pertukaran informasi yang efektif dan efisien.

Selama Roadshow sosialisasi SISKA yang dilaksakan sebanyak lima sesi dengan FPPTI Wilayah yang berbeda-beda setiap sesinya, Ida Farida , S.IP., M.Hum, berperan sebagai MC sekaligus moderator dan Nur Syafiah, S.IP, MM sebagai Narasumber. Dalam pemaparannya, Narasumber yang merupakan kepala perpustakaan Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta tersebut menyampaikan bahwa ada sejumlah pembaruan fitur-fitur SISKA, di antaranya, Dashboard keanggotaan yang lebih interaktif, Notifikasi otomatis untuk pembaruan data institusi, Sistem verifikasi keanggotaan berbasis digital serta Akses langsung ke berbagai sumber daya dan pelatihan FPPTI. Selain penjelasan utama mengenai keanggotaan SISKA, dijelaskan juga berbagai solusi ketika mengalami kendala dalam pengoperasian dan aktivasi keanggotaan SISKA.
Manfaat Keanggotaan
Selain memaparkan fitur terbaru dari SISKA, Nur Syafiah juga menjelaskan beberapa manfaat jika Keanggotaan SISKA FPPTI rutin di aktifkan tiap tahun antara lain, Partisipasi dalam kegiatan nasional FPPTI (seminar, pelatihan, konferensi), Akses ke publikasi dan sumber daya ilmiah FPPTI,Kesempatan menjalin kerja sama lintas perguruan tinggi dan Sertifikasi dan pengakuan institusional sebagai anggota aktif
FPPTI berharap melalui sosialisasi ini, seluruh perpustakaan perguruan tinggi dapat semakin aktif berkontribusi dalam komunitas profesional dan bersama-sama membangun ekosistem perpustakaan yang inklusif dan maju secara digital. (Iskandar Bajang_Humas FPPTI Pusat)