Menu Close

Sosialisasi IndoneSia Akses TUnggal #SATU Jurnal Terintegrasi : Wujud Kolaborasi FPPTI, Perpusnas RI, dan Kemdiktisaintek untuk Akses Jurnal Ilmiah yang Lebih Terbuka

Jakarta,15 Mei 2025. Kegiatan Sosialisasi IndoneSia Akses TUnggal #SATU Akses Jurnal Terintegrasi yang dilaksanakan atas kolaborasi antara Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berlangsung sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari kalangan akademisi dan pustakawan.

Kegiatan yang digelar secara daring ini diikuti oleh lebih dari 600 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset di seluruh Indonesia. Sosialisasi ini bertujuan memperkenalkan sistem IndoneSia Akses TUnggal (SATU) Akses Jurnal Terintegrasi, sebuah inisiatif strategis untuk menghadirkan portal akses jurnal ilmiah nasional dan internasional dalam satu platform terintegrasi.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan ekosistem ilmu pengetahuan dan penelitian yang inklusif, kolaboratif, dan terintegrasi. Inisiatif #SATU (Sistem Akses TUnggal) ini bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai koleksi jurnal ilmiah nasional dan internasional dalam satu pintu akses, sehingga pengguna – terutama civitas akademika dan peneliti tidak perlu lagi mengakses secara terpisah-pisah berbagai platform jurnal.

Paparan Materi dan Tujuan Inisiatif SATU

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum FPPTI, Mariyah, S.Sos., M.Hum, yang menyatakan bahwa kami berinisiasi mengadakan Sosialisasi ini dengan harapan kita semua dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas terkait Rencana SKEMA SATU Akses Jurnal Internasional yang akan dilanggan oleh Kemdiktisaintek atau Perpustakaan Nasional RI dengan konsep SNS (Single Nasional Subscription) seperti ONOS (One Nation One Subscription) di India.

Mariyah menambahkan bahwa Sosialisasi ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan akses ke sumber daya pembelajaran dan penelitian yang berkualitas bagi masyarakat akademis di Indonesia.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A dalam menyampaiakan materi Sosialisasi IndoneSia Akses TUnggal mengemukakan bahwa “kita menghadapi masalah ketertinggalan dalam kemudahan mengakses jurnal internasional dibanding negara Singapura, Eropa dan Amerika. Selain itu banyak kampus yang berlangganan sendiri dengan biaya yang lumayan besar, sayangnya pemanfaatan dalam layanan tersebut belum maksimal.

“Dengan adanya kebijakan efisisensi anggaran, perlu dipikirkan opsi skema berlangganan satu pintu (single subscription) baik oleh Kemendiktisaintek maupun Perpusnas sehingga seluruh institusi pendidikan dan penelitian dapat mengakses jurnal internasional”

Kemudian, Prof. Ahmad menekankan, inilah alasan kita melakukan inisiasi akses SATU ini, harapannya ilmu pengetahuan dan inovasi akan banyak lahir di Indonesia. Oleh karena itu peran kita yaitu bagaimana sains dan teknologi serta akses terhadap jurnal bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.

Sementara itu, Perwakilan dari Perpusnas RI, Wiratna Tritawirasta, S.Kom.,M.P., Kepala Pusat Data dan Informasi Perpustakaan Nasional RI, menekankan pentingnya sistem layanan informasi yang terintegrasi untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. “Perpusnas memiliki peran strategis sebagai penyedia dan pengelola pengetahuan nasional. Melalui #SATU Akses Jurnal Terintegrasi, kami ingin memastikan setiap insan akademik Indonesia memiliki kesempatan yang setara untuk mengakses referensi ilmiah yang berkualitas.”

Sesi Diskusi dan Tanya Jawab

Dalam sesi utama sosialisasi, peserta aktif dalam sesi tanya jawab yang membahas berbagai isu teknis, kebijakan lisensi akses, serta potensi pengembangan sistem ke depan. Banyak peserta menyampaikan harapan agar sistem ini terus diperluas dan dapat diintegrasikan dengan repository institusi masing-masing.

Beberapa pertanyaan dan harapan dari para peserta dalam sesi diskusi tersebut, sejalan dengan beberapa inti pertanyaan yang dirangkum oleh FPPTI Pusat yang disampaikan oleh Mariyah antara lain terkait Regulasi e-resources yang dilanggan; Regulasi anggaran; Regulasi akses; Regulasi keberlanjutan; Infrastruktur; Teknis implementasi; Sosialisasi, Penggunaan, dan evaluasi e-resources-nya?

Wakil Ketua I FPPTI Pusat sekaligus Moderator dalam kegiatan Sosialisasi IndoneSia Akses Tunggal #SATU Jurnal Terintegrasi, Dr. Anastasia Santi Delliana, S.Sos., M.I.Kom menutup kegiatan dengan kesimpulan yang sangat menarik, Santi begitu panggilannya, merangkum hasil sosialisasi, sebagai berikut: “Dengan sistem langganan satu pintu yang dikelola oleh Perpusnas atau Kemendiktisaintek, seluruh institusi dapat memperoleh akses yang setara dan efisien terhadap sumber ilmiah berkualitas tinggi. Program ini dirancang untuk mendukung budaya riset, meningkatkan produktivitas akademik, serta memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global, dengan target peluncuran nasional pada Januari 2026.” (Iskandar Bajang & Mariyah)