Pustakawan terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Non Pegawai Negeri Sipil, hal ini diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 43 Tahun 2007. Setiap tugas dan tanggung jawab Pustakawan PNS atau Non PNS diatur dalam peraturan yang berlaku dan berkewajiban untuk menuntaskan tugasnya dengan baik. Apabila berhasil menyelesaikan tanggung jawab dengan baik akan mendapatkan penghargaan, promosi, atau pengangkatan jabatan. Bagi Pustakawan PNS hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Nomor 9 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya, Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya, Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Fungsional Pustakawan Melalui Penyesuaian/Inpassing.

Bagi Pustakawan Non PNS pola kariernya diatur dalam UU No. 43 Tahun 2007 Pasal 31 poin (b) yang menyatakan bahwa tenaga perpustakaan berhak atas pembinaan karier sesuai dengan pengembangan kualitas. Perencanaan karier bagi Pustakawan Non PNS merupakan hal yang sama pentingnya dengan Pustakawan PNS. Seperti yang dinyatakan oleh Ibu Mariyah, S.Sos., M.Hum bahwa perencanaan karir tersebut dapat diformulasikan menjadi dua hal, yaitu mengadopsi jenjang karir lembaga pemerintahan atau disesuaikan dengan visi misi dan tujuan organisasi. 

Sebagai usaha dalam memberikan gambaran yang jelas akan perencanaan karier Pustakawan Non PNS di Indonesia, FPPTI Wilayah Riau bekerjasama dengan Politeknik Caltex Riau mengadakan kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk memilih Ketua FPPTI Wilayah Riau, periode 2021 – 2024. Selain Muswil, juga diadakan kegiatan Webinar Nasional dengan tema: “Pola Karier Pustakawan Non PNS di Indonesia” dengan narasumber Dr. Hj. Opong Sumiati, M. Si. (Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan Perpustakaan Nasional RI) dan Drs. Nurcahyo, S.S, M.Si. (Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi Perpustakaan Nasional RI), serta sebagai keynote speech Ibu Mariyah, S.Sos., M.Hum (Ketua Umum FPPTI). Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom, pada 18 Februari 2021, dengan dihadiri oleh 1.000 peserta. Salah satu topik yang menjadi perbincangan dalam kegiatan ini adalah usulan perencanaan jenjang karier Pustakawan Non PNS yang diharapkan dapat dirancang oleh stakeholder di Perpustakaan Nasional RI atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pada kegiatan kali ini, FPPTI juga memberikan usulan dan rancangan konsep mengenai pola karier Pustakawan Non PNS yang telah dirancang sebelumnya oleh tim dari FPPTI Wilayah Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini perencanaan dan pola karier bagi Pustakawan Non PNS di Indonesia dapat lebih tergambarkan dengan baik, terdapat kesetaraan bagi Pustakawan PNS dan Non PNS dalam hal kebijakan yang mengaturnya, serta dapat memberikan motivasi bagi para peserta terutama Pustakawan Non PNS untuk meningkatkan keahlian dan menuntaskan tanggung jawab sebaik mungkin. (KM/MRH).

#FPPTI #NetworkingSharingAndCaring #Pustakawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *