Sabtu (11/12/2021) FPPTI menyelenggarakan Webinar Knowledge Sharing Series III, seri yang ke tujuh. Kegiatan KSS Series III yang diketuai Ibu Rikarda Ratih merupakan satu rangkaian kegiatan hari jadi yang ke-21 FPPTI. Tema webinar kali ini: “Prospek Pengembangan dan Advokasi Jaringan Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia”. Pada kesempatan ini panitia KSS Series III mengundang Bapak Dr. Taufik Abdul Gani, S.Kom., M.Eng.Sc. Kepala Pusat Data dan Informasi Perpustakaan Nasional RI dan Bapak Dwi Fajar Saputra, S.Sos.,  M.M. yang merupakan tim pengembang Portal Kemenristek Dikti dan juga Ketua Komisi VI: Advokasi dan Legal FPPTI Pusat. Tentu beliau berdua merupakan narasumber yang kompeten dalam tema yang dibahas dalam webinar ini. 

Dalam pidato pembukanya, Ketua Umum FPPTI, Ibu Mariyah, S.Sos., M.Hum menyampaikan salah satu tujuan diadakannya webinar ini yaitu memberikan pemahaman kepada peserta tentang pentingnya satu data perpustakaan Indonesia. Hal ini sejalan dengan Perpres No 39 tahun 2019. Langkah cepat perguruan tinggi untuk transformasi perpustakaan menjadi digital, dapat melihat rencana strategis Tahun 2020-2024 dari Kementerian Komunikasi dan Informasi dalam menjalankan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 Tentang Satu Data Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Informasi membuat langkah-langkah terwujudnya hal tersebut yaitu integrasi pusat data nasional dan transformasi digital pemerintah yang didalamnya ada unsur berkaitan dengan pendidikan di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut tidak ada alasan bagi perpustakaan perguruan tinggi untuk tidak mengubah dirinya dengan minimal memfasilitasi infrastruktur layanannya berbasikan elektronik. Ibu Mariyah juga menyampaikan langkah-langkah startegis untuk menuju satu data perpustakaan serta peran FPPTI dalam mewujudkan satu data perpustakaan Indonesia.

Narasumber pertama yaitu Bapak Dr. Taufik Abdul Gani, S.Kom., M.Eng. Sc. dari Pusat Data dan Informasi Perpustakaan Nasional RI, menyampaikan judul paparan: “Jaringan Perpustakaan Indonesia : Satu Data Perpustakaan dan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik”. Bapak Abdul Gani menjelaskan perubahan paradigma perpustakaan di mana pentingnya menekankan perpustakaan sebagai transfer of knowledge tidak lagi sekedar sebagai institusi yang mengelola koleksi perpustakaan. Lebih jauh Bapak Taufik menyampaikan gambaran perpustakaan digital dengan arah satu data perpustakaan dan sistem pemerintahan perbasis elektronik. Apa yang sedang dipersiapkan perpustakan nasional untuk menyiapkan satu data perpustakaan ? Secara komprehensif disampaikan oleh beliau dalam paparannya.

Narasumber kedua Bapak Dwi Fajar Saputra, S.Sos., M.M. memaparkan materi Advokasi Jaringan Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia: Pendekatan IT. Mencatat poin penting yang disampaikan oleh Pak Dwi Fajar adalah pentingnya melakukan Kerja sama Mitigasi Risiko Sistem Informasi Perpustakaan, Melakukan Kegiatan Preservasi Digital Secara Nasional serta mendorong Layanan Pendukung Siklus Penelitian. Ketiga hal tersebut perlu dilakukan oleh advokasi jaringan perpustakaan perguruan tinggi Indonesia. 

Setelah para narasumber menyampaikan paparannya dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipandu oleh moderator Ibu Luluk Tri Wulandari, M.Hum. pustakawan Universitas Indonesia. Acara webinar ini semakin seru dengan adanya kuis bagi peserta yang dipandu oleh Bapak Chandra P. Setiawan, S.IIP., M.Sc.. Panitia menyediakan hadiah menarik bagi pemenang kuis dan penanya pada sesi diskusi. 

Webinar FPPTI seri ke tujuh yang merupakan seri terakhir dalam rangkaian FPPTI Knowledge Sharing SeriesIII di tahun 2021 ini didukung oleh para mitra FPPTI antara lain Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan UPN Veteran Jakarta, Perpustakaan Katolik Soegijapranata Semarang , EBSCO, Elsevier dan I-Group. Di akhir acara sebelum menutup kegiatan webinar,  Wakil Ketua II FPPTI Ibu Dr. Purwani Istiana, SIP., M.A. menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh mitra FPPTI yang telah memberikan dukungannya. (Mariyah & Istiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published.